Lelah, sudah pasti.
Bimbang, terkadang menghantui.
Tapi aku tidak boleh berhenti disini.
Aku mengenalmu tak hanya sekejap.
Sejauh ini aku berusaha untuk menyenangkan.
Walau terkadang caraku terlalu membosankan.
Aku selalu ingin terlihat selalu bahagia bersamamu, walau kenyataan terkadang menyakitkan.
Aku juga ingin selalu tersenyum dan berkata tak apa walau terkadang menyesakkan.
Mau bagaimana kita nanti aku tak pernah tahu.
Kemana arah hatimu aku pun tak tahu.
Dimana akan berlabuh ia juga masih tak bisa kupahami.
Tapi aku akan tetap menunggu, dengan sabar dan ikhlas.
Dengan kekuatan doa yang aku panjatkan.
Jika nanti takdir itu berkata lain, aku harap bisa menerima tanpa ada penyesalan.
Kamu adalah alasanku tetap bertahan walau terkadang menyakitkan.
Kamu adalah alasanku tetap menunggu walau terkadang aku tak tahu akan kepastian.
Kamu adalah alasanku tetap kuat dan bersabar walau terkadang amat susah untuk mengikhlaskan.
Kamu adalah ketidakmungkinan yg aku semogakan ❤❤❤❤
Monday, March 28, 2016
Sunday, March 27, 2016
Tuhan memberi anugerah kepada manusia sebuah perasaan. Satu diantaranya adalah sebuah perasaan "Penasaran".Semakin kita penasaran, semakin kita ingin mengetahui. Tapi terkadang sebuah perasaan tersebut selalu mempunyai spekulasi sendiri.
Bagaimana jika sebuah rasa penasaran itu timbul? sengaja atau tidak tapi nantinya akan menjadi pilihan dari diri kita.
Jujur saja tidak ada orang yang mampu menahan rasa penasaran. tapi terkadang kita perlu membendung rasa tersebut untuk kebaikan diri kita sendiri.
Akhir ini sepertinya aku ingin mencoba menjadi manusia yang tak ingin mencari tahu apa-apa, membuang jauh-jauh rasa penasaran. Mencoba ikhlas menjalani skenario Tuhan. Berbesar hati menerima kenyataan tanpa harus ada pertanyaan.
Bukan tanpa alasan aku lakukan, tapi aku melakukan agar aku tidak terlalu memikirkan sesuatu yang memang tak perlu aku pikirkan. Mengkhawatirkan sesuatu yang tak harus aku khawatirkan. Dan Mencemaskan sesuatu hal yang sebenarnya teramat tak patut untuk dicemaskan.
Aku bukan ingin menghindar dari kehidupan seseorang. Hanya saja aku memilih untuk menutup mata tentang siapa dirimu diluar sana. Menutup mata tentang siapa saja yang mengharapkanmu selain aku. Sehingga aku lebih memilih untuk tidak tahu apa-apa tentangmu dan tentang siapa yang ada di dekatmu.
Kadang menjadi tidak tahu memang menenangkan. Menenangkan hati dan pikiran dari suatu kekhawatiran. Dan agar tak terlalu banyak melihat sesuatu yang dapat mendebarkan perasaan yang mungkin akan menimbulkan rasa penasaran.
Aku akan berjalan tanpa harus menoleh, membuang rasa keingintahuan yang tak sepantasnya mendiami didalam perasaan. Melalui pesanmu saja itu lebih dari cukup. Melaui doa-doaku semoga selalu bisa mendekatkanku denganmu.
Ada hati yang harus ku Jaga, ada perasaan yang harus aku simpan.. dan itu semua adalah milikku. hati dan perasaanku sendiri. itu semua aku lakukan agar aku tak terlalu terluka.
Monday, May 18, 2015
Jadi ini mungkin sudah saatnya mendengarkan orang orang disekitar yang pernah memberikan nasihat untun hidup saya. Betapa memang sulit ketika akan melangkah, tapi kejadian beberapa waktu lalu menyadarkan saya dari kehidupan yang semu ini. Membuat saya jauh lebih berpikir ke masa yang akan datang, bertanya kepada diri sendiri "yakin dengan semua yang akan kau lalui nanti?"
Ragu ragu pasti karena sikap dan perlakuannya jelas menunjukkan tak ada kepeduliannya. Seketika saya sadar dan pertanyaa hebat muncul di otak "hey, apa kau pernah menjadi bagian penting dihidupnya? Apa kau pernah dicinta? Iya aku pernah merasa penting dan dicintai" lalu tersentak kembali oleh pikiran sendiri "semua yang kau rasakan hanya pikiran dan anggapanmu saja. Mungkin anggapannya, kau hanya segelintir yang bisa dimanfaatkan"
Ooohhh shiitt benar benar merasa kacau, tapi kenyataan memang memperlihatkan sedikit demi sedikit dan aku memang sadar akan segala yang pernah terjadi.
Jika memang ini yang diperlihatkan Tuhan agar aku mendapatkan yang lebih baik, aku akan terima tanpa air mata. Untuk apa menangisi, toh semua sudah terjadi. Aku tak dipedulikan saat aku sakit. Dengan dan tanpa dipedulikan aku juga akan berdiri dan menopang hidupku sendiri. Bukan orang lain. Jadi untuk apa mengharapkan sesuatu kepada orang lain yang hanya malah menimbulkan sakit. Sudahi saja hidup dengan kenyataan semu dan bangkit. Ambil langkah, meninggalkanya dan move on. Tak usah menangisi dan menyesalinya karena tak akan merubah apapun.
Terkadang kita memang perlu pergi, meninggalkan apa yang kita cintai karena kita sudah tak dihargai lagi. Memilih hidup yang mungkin menyakitkan untuk hari ini tapi akan bahagia di akhir.. bismillah semoga hari ini aku takkan pernah salah mengambil langkah..
Tuesday, December 23, 2014
Segala pemberiannya dianggap biasa saja, namun setelah dia pergi barulah aku merasakannya. Singkat waktu yang mempertemukan kami ternyata memberikan banyak hal untuk aku dan hidupku. Dia yang ada saat aku butuhkan, bahkan ketika aku tak menginginkan adanya dirinya dia akan siap kapanpun untuk aku. Mendengarkan segala cerita , dari cerita garing yang tak berarti hingga masalah yang kadang tak harus aku melibatkan dirinya. Dia orang yang jauh lebih baik dan cantik dariku, jauh lebih kuat menerima hidup dan takdirnya untuk dilalui hingga akhir hayatnya. Dia Wanitaku, wanita itu adalah Ibuku.
Rindu rasanya aku dengannya, untuk tidur bersama disampingnya dan tertidur pulas. Sejak aku duduk dibangku kuliah, hampir setiap aku pulang ke rumah aku selalu tidur bersamanya. terkadang rasanya aku sudah kantuk, tapi dia tak bisa tertidur hingga mengangguku sekedar untuk mengajakku bercanda. Dulu rasanya kesal sekali, bagaimana tidak? Sudah lelah, ngantuk dan ingin tertidur tapi malah diganggu. Hal yang pada saat itu menyebalkan kini aku rindukan.. Sebenarnya tak hanya itu saja, banyak hal yang aku rindukan. Setumpukan rindu yang hanya akan tersimpan, terngiang dan tertuang pada tulisan, karena tumpukan tumpukan rindu ini tak bisa menemui tuannya. sejatinya sekarang hanya lewat do'a, rindu ini mungkin bisa dirasakannya.
Walaupun sesekali aku berharap waktu akan berjalan mundur agar bisa kurasakan kembali rindu yang dulu aku sia-siakan. namun aku sadar semua tak akan bisa lagi kuhadirkan dirinya. Semoga Ibuku sudah tenang bersama Sang Pencipta yang menyayanginya. Kepergianmu sungguh meninggalkan setumpukan rindu dalam diriku. Tak akan habis rindu ini untuknya meski sudah tak dapat kutemuinya, justru kian hari kian bertambah rasanya.
Tuhan, terimakasih untuk waktu yang singkat kau pertemukan aku dengannya. Terimakasih pula karena aku dilahirkan melalui rahimnya. Dia wanita pilihanMu untuk melahirkan aku. Terimakasih Tuhan, Terimakasih Ibuku. Rindu ini akan selalu ada untuk Ibu :)