Tuesday, December 23, 2014

Setumpukan Rindu

Setahun lebih sudah berlalu sejak kepergiannya, namun angan ini masih mengharapkan dirinya. Iya , bagaimana bisa aku merelakannya? karena dia yang pergi adalah seseorang yang sekilas aku sepelekan begitu saja. Padhal sejatinya dia teramat berharga, bahkan dia benar-benar tokoh yang ada dihidupku. Berartinya dia dari segala yang aku miliki didunia. Banyak hal yang sebenarnya aku dapat darinya, dari hal kecil hingga bahkan hal yang besar tapi terkadang aku tak menyadarinya.
Segala pemberiannya dianggap biasa saja, namun setelah dia pergi barulah aku merasakannya. Singkat waktu yang mempertemukan kami ternyata memberikan banyak hal untuk aku dan hidupku. Dia yang ada saat aku butuhkan, bahkan ketika aku tak menginginkan adanya dirinya dia akan siap kapanpun untuk aku. Mendengarkan segala cerita , dari cerita garing yang tak berarti hingga masalah yang kadang tak harus aku melibatkan dirinya. Dia orang yang jauh lebih baik dan cantik dariku, jauh lebih kuat menerima hidup dan takdirnya untuk dilalui hingga akhir hayatnya. Dia Wanitaku, wanita itu adalah Ibuku.
Rindu rasanya aku dengannya, untuk tidur bersama disampingnya dan tertidur pulas. Sejak aku duduk dibangku kuliah, hampir setiap aku pulang ke rumah aku selalu tidur bersamanya. terkadang rasanya aku sudah kantuk, tapi dia tak bisa tertidur hingga mengangguku sekedar untuk mengajakku bercanda. Dulu rasanya kesal sekali, bagaimana tidak? Sudah lelah, ngantuk dan ingin tertidur tapi malah diganggu. Hal yang pada saat itu menyebalkan kini aku rindukan.. Sebenarnya tak hanya itu saja, banyak hal yang aku rindukan. Setumpukan rindu yang hanya akan tersimpan, terngiang dan tertuang pada tulisan, karena tumpukan tumpukan rindu ini tak bisa menemui tuannya. sejatinya sekarang hanya lewat do'a, rindu ini mungkin bisa dirasakannya.
Walaupun sesekali aku berharap waktu akan berjalan mundur agar bisa kurasakan kembali rindu yang dulu aku sia-siakan. namun aku sadar semua tak akan bisa lagi kuhadirkan dirinya. Semoga Ibuku sudah tenang bersama Sang Pencipta yang menyayanginya. Kepergianmu sungguh meninggalkan setumpukan rindu dalam diriku. Tak akan habis rindu ini untuknya meski sudah tak dapat kutemuinya, justru kian hari kian bertambah rasanya.
Tuhan, terimakasih untuk waktu yang singkat kau pertemukan aku dengannya. Terimakasih pula karena aku dilahirkan melalui rahimnya. Dia wanita pilihanMu untuk melahirkan aku. Terimakasih Tuhan, Terimakasih Ibuku. Rindu ini akan selalu ada untuk Ibu :)